Sudah berapa lama kita tidak berjumpa? Aku tidak tahu persis
kapan terakhir kita bertemu. Tapi aku masih ingat persis bagaimana aku
mengejarmu dulu. Perpisahan yang tidak pernah aku inginkan, membuat aku sangat
terpukul dulu. Hari ini, ditempat ini aku memulai semuanya. Memulai kisah baru
yang walaupun masih ada sepucuk rasa yang sulit dihilangkan. Sekitar september kita bertemu pertama kali. Mungkin 4 tahun lalu. Ya.. mungkin hanya aku yang mengingatnya. 4
tahun aku hanya mengangumimu dari jauh. Tanpa bisa menyentuh dan menyapa.
Tuan, andai kamu tahu. Setiap ada kesempatan kita bertemu,
aku tak pernah menyianyiakannya. Setiap ada
kesempatan menemuimu, aku selalu menyiapkannya dengan matang. Mulai dari
pakaian sampai riasan wajah. Saat kita
bertemu, rasanya aku ingin menghentikan waktu. Aku ingin lebih lama menatapmu,
bercakap denganmu dan sesekali bercanda. Tanpa sadar, Tuan telah dimiliki. Dan
aku hanya bisa menatapmu dalam mimpi.
Kalau tuan tahu, aku sering berkhayal tentang masa depanku
denganmu. Aku membayangkan kita berjalan bersama, bergandeng tangan, berpelukan
dan mungkin sesekali bercumbu. Tapi, kenyataan hari ini membuat seluruh
khayalan itu hanya sebuah khayalan. Mungkin, Tuan sedang merajut masa depan
dengannya, dan aku hanya terus dan terus berkhayal dan mengingat kembali setiap
pertemuan kita. Andai tuan tahu bagaimana perasaanku, rasa ingin memiliki tuan.
Tapi, aku ini siapa? Aku hanya gadis biasa yang hanya dalam diam mengagumi dan
mendoakanmu agar kelak kamu bisa bersamaku. Apadaya, ternyata bukan aku
pilihanmu.
Aku tak punya nyali untuk mendekatimu. Aku hanya bisa
mencuri kabarmu lewat social media yang Tuan mainkan. Barangkali, ada sebuah
kabar baik disana. Aku pengecut dalam hal cinta. Seandainya cinta tak perlu
diucapkan, mungkin rasanya tak sesulit ini mendapatkanmu.
Sambil mendengarkan lagu Elliot Yamin – Wait for you. Sepenggal
liriknya, “baby I’ll wait for you. Cause I don’t know what else I can do. I really
need you in my life, no matter what I have to do I'll wait for you”. Lagu ini
seolah mengutarakan apa yang aku rasakan pada tuan. Seseorang yang akan selalu
menunggu sampai kapanpun. Namun, seharusnya tak seperti itu. Kehidupan harus
terus berjalan. Aku tak bisa terus terpaku pada satu pintu. Masih banyak pintu
yang terbuka untukku.
Tuan, masih dengan salah satu mimpiku. Aku hanya ingin
menikmati senja di pantai bersama tuan. Sambil merasakan hembusan angin laut
dan hilir ombak. Menanti malam dan menyambut pagi bersama. Walaupun sudah
sejauh ini aku melangkah, tapi asal tuan tahu aku tak pernah sedikitpun merasa
lelah karena harus melangkah sendiri. Bumi ini berputar. Disaatnya nanti, kita
akan dipertemukan kembali. Dan aku masih dengan cinta yang sama.
sumber gambar : http://health.kompas.com/read/2013/03/23/1003458/Menjelajahi.Dua.Sisi.Pantai.Pasir.Perawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar