Untuk kamu, saya menulis ini hanya
ingin mengutarakan segala sesuatu yang selama ini saya tahankan. Pertama-tama , saya minta maaf ya. Saya selalu membuatmu risih dengan segala keegoisan saya, sifat
manja saya yang membuat kamu kesal. Saya tahu betul kamu sebenarnya sudah tidak
betah kan sama saya? Tenang... saya sebentar lagi akan pergi ketika saya yakin
kamu sudah bahagia dengan duniamu. Maksud saya bahagia dengan duniamu adalah, ketika
kamu sudah mendapatkan segala sesuatu
yang kamu inginkan dan kamu butuhkan.
Jujur, saya sangat ingin pergi. Bukan
karena saya menyerah. Saya hanya tak mau berlama-lama membuatmu susah. Saya tak
mau semakin lama kau bersama saya, semakin lama juga kamu menderita. Saya hanya tak
mau menjadi penghalang langkahmu. Saya tak mau karena saya, semua yang kamu kejar
menjadi berantakan karena harus meladeni saya. Tapi sekali lagi, ini takkan lama.
Sebenarnya, saya belum sepenuhnya
rela melepaskanmu. Tapi saya sadar, semua ini akan berakhir. Apapun yang kita
pertahankan, saat waktunya tiba Tuhan akan ambil. Semakin lama saya
menggenggammu, semakin lama juga perasaan ini terombang-ambing dengan penolakan
secara tidak langsung darimu. Karena saya tahu, pada akhirnya kamu tak akan
kembali memeluk saya. Yah.. beginilah kelakuan gadis bodoh ini. Masih berharap
kamu masih sungkan menjadi teman saya. Teman seperjalanan yang kini sudah
menemukan jalannya sendiri.
Tapi, cinta tak harus memiliki
kan? Mungkin dengan saya melepasmu, kamu bisa bahagia. Saya ingin kamu bahagia. Sungguh.
Meskipun kenyataannya, saya tak bisa memberikannya untukmu. Walau sebenarnya saya
bahagia bersamamu. Biarlah. Karena bahagiamu, bahagia saya juga. Percayalah.
Sebentar lagi, kamu akan terbebas
dari seorang pengganggu ini. Tapi, bukan berarti saya tak menyayangimu lagi. Sebenarnya, saya tak benar-benar pergi. Saya hanya tahu diri, kalau kamu akhir-akhir ini
memberikan sikap-sikap yang menunjukkan kalau kamu ingin lepas. Saya minta maaf
kalau aku baru peka sekarang.
Saya tak pernah sedikitpun merasa
kecewa terhadapmu. Walau kamu sering acuh kepada saya. Kamu sering meninggalkan saya
seharian. Dan tak jarang kamu bersikap dingin. Tapi saya menikmatinya. Saya menikmati
setiap waktu denganmu. Karena saya selalu yakin, kamu pasti sayang sama saya. Saya
masih ingat mimpi-mimpi kita dulu yang kita ingin wujudkan bersama. Tapi kejadian
akhir-akhir ini sudah menghancurkan mimpi-mimpi itu.
Andai kamu tahu, saya tak
benar-benar pergi. Saya masih terus menunggu. Walaupun kamu tak pernah
menyuruh saya menunggu, tapi kamu pernah menyuruh saya untuk tinggal dalam hatimu dan
jatuh cinta sedalam ini. Sekali lagi maafkan saya yang terus-terusan
merepotkanmu. Yakinilah, walaupun saya menghilang, sebenarnya saya masih disini.
sumber gambar :http://retakankata.com/2012/02/14/jika-saat-perpisahan-harus-tiba/
sumber gambar :http://retakankata.com/2012/02/14/jika-saat-perpisahan-harus-tiba/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar