Perasaan itu datang lagi, Entah kenapa ketika saya memutuskan untuk pergi, memutuskan untuk mencoba melupakan semuanya, malah itu semua mempersulit langkah. Saat hati sudah yakin bahwa ini jalan terbaik, malah ternyata semuanya berakhir penyesalan. Saya bingung, kamu kasih obat apa ke hati saya ini? Sampai-sampai meredakan rasa sayang ini rasanya susah. Beberapa hari ini memang saya mencoba pergi. Tapi kamu seolah menarik saya kembali lagi ke pusaran itu. Membuat saya bimbang lagi untuk memutuskan keputusan. Kamu tahu rasanya tak bisa berbuat apa-apa? Rasanya itu seperti orang bodoh. Saya yang memilih jalan, malah saya yang tersesat.
Tapi kamu tahu, sempat rasa itu hilang. Mungkin karena saya tahu saya masih terlalu berharga buat kamu. Makanya saya sok jual mahal dan menganggap kamu sebagai orang lewat gitu saja. Tapi sekarang malah saya merasa kamu adalah orang yang paling berarti. Saya butuh kamu. Tanpa kamu rasanya kosong. Saya sadari apa yang saya perbuat dulu itu memang sangat salah. Seolah-olah menolak keberadaanmu padahal sebenarnya saya mengharapkan kamu selalu ada. Kamu memang tak pernah kasih saya apapun. Kamu tidak kasih saya bunga,boneka,coklat atau yang lain-lain yang biasanya pasangan-pasangan lain berikan pada pasangannya. Tapi, entah kenapa kamu sudah hadir pun sudah lebih dari cukup. Saya tidak pernah merasakan ada yang kurang diantara kita. Mungkin karena kamu bisa membuat saya merasa sempurna dan bisa membuat saya merasa dicintai makanya saya tak perlu apa-apa lagi dari kamu.
Saya bersyukur... kamu pernah hadir. Saya berterima kasih kamu sudah mau membuang waktumu untuk saya. Saya lega, ternyata saya tidak jatuh cinta dengan orang yang salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar